Home » » Nanocinema Vol. 01 - Teror Kosmis

Nanocinema Vol. 01 - Teror Kosmis

Written By Gugun Arief on Monday, September 16, 2024 | 10:10 PM

 CATATAN KURATORIAL:

Ini sangat subyektif karena saya selaku programmer untuk Nanocinema perdana ini, juga merupakan sutradara dan produser untuk 2 film yang tayang yakni Soto Amblong dan Tikam. Adapun film Sound of Unheard Knock, saya yang jadi produsernya. Berhubung ini adalah untuk pertamakalinya Nanocinema diselenggarakan secara rutin (sebelumnya cuma acara klub film sekolah yang sporadik), maka saya menggunakannya sekaligus sebagai test the water. Paling mudah tentu memutar film sendiri dulu. Saya ingin mengetahui bagaimana acara yang memang dirancang kecil ini berjalan. 

Menyelenggarakan acara ini merupakan upaya saya, yang kali ini merupakan debut saya sebagai programmer film, untuk melengkapi rantai ekosistem di bidang eksisbisi dan distribusi mandiri. Di kabupaten tak banyak yang paham dan peduli masalah ini. Lagi-lagi kita melakukan jargon yang sering dibilang orang, "Kalau bukan kita, siapa lagi?" Jadi begitulah kami yang selama ini sibuk bikin film, berkomunitas, ujungnya adalah sekaligus membikin ruang putar alternatif ini. Untuk awal, kami fokus ke film pendek dulu. 

Kurasi tidak akan seketat ruang putar yang establish. Saya tidak akan memilih berdasarkan kualitas pencapaian semata namun juga konteks. Bahkan dalam beberapa edisi saya akan mengabaikan pencapaian teknis film dan justru mengulik konteks penciptaannya. Saya menyadari bahwa langkah awal yang berat bukan sekadar menayangkan film berkualitas melainkan juga membangun masyarakat penonton. 

Mumpung tanggal-tanggal ini dekat dengan hari film nasional, maka saya dan kawan-kawan memutuskan Nanocinema edisi perdana ini. Ucapan terimakasih begitu besar saya ucapkan ke Om Barek dan Tante Yuming yang memfasilitasi ruang dan juga snack-snack yang lezat setiap acara berlangsung. Tak lupa juga kawan-kawan Wlingiwood yang masih membersamai baik orang lama seperti Mas Betet Kunamsinam atau yang baru gabungseperti Dian Putri Anifah.

Sekarang soal program filmnya...

Teror kosmis merujuk pada gaya horor yang ada di film-film pilihan program ini. Tikam adalah thriller di mana karakternya dibawa di alam yang digambarkan hitam putih. Ada sosok pembunuh yang memburu sedangkan si karakter berada dalam kebingungan karena ia berada di alam yang berbeda dari sehari-harinya. Teror tertinggi bukanlah si pembunuh melainkan alam yang ia berada saat itu. Alam yang gelap dan suram, tiada kejelasan waktu di sana. Ini adalah elemen kosmis yang membangun suasana horornya.

Sound of Unheard Knock karya Yeremia Kevin adalah film yang jelas-jelas merupakan horor kosmis dalam rangkaian program ini. Ini memang yang dimaui sutradaranya. Ia ingin membikin sebuah film horor kosmis. Karakternya berada di sebuah ruang (atau dunia) absurd yang juga tanpa kejelasan waktu. Mereka berada dalam kontrol entitas yang tak dikenal. Hanya dengan keluar dari situ mereka bisa melihat lebih luas. Tentu saja, horornya malah di situ. Apa jaminan mereka akan sepenuhnya bebas? 

Soto Amblong, yang saya sutradarai, sebenarnya adalah monster horror. Akan tetapi latar kisahnya berada di dunia fiksi yang terinspirasi dari era 1965. Saya selalu menganggap era itu sebagai era yang mencekam. Atmosfirnya bau darah dan pembantaian. Inilah tafsir kosmis menurut saya. Ketakutan bukan cuma karena hantu tapi juga situasi politik tak menentu. Itu berlangsung luas di Indonesia. Meski dalam eksekusinya saya nggak bikin pernyataan politis yang gamblang, Soto Amblong saya disain dengan atmosfir horor kosmis dengan karakter monster di dalamnya.